Makanan Berlemak, Apakah Sebegitu Harus Dihindari Untuk Diet?

Makanan berlemak tidak seharusnya dimusuhi loh!

Hampir semua metode diet menyarankan untuk melakukan diet low fat atau menghindari makanan berlemak. Kita akhirnya berhenti mengonsumsi makanan favorit kita demi mencapai berat badan yang diinginkan. Semua mencoba diet low carbs, terapi ini itu, makan hanya buah dan sayur, dan lain sebagainya. Jarang yang menyarankan untuk mengonsumsi lemak. Aneh bahkan kedengarannya, bukan?

Padahal, lemak sangat berguna untuk tubuh. Diet yang kamu lakukan seperti hanya makan buah dan sayur atau low carbs dan low fat dapat bertahan untuk beberapa lama saja. Jika kamu melakukannya untuk jangka waktu yang panjang, metabolisme akan menurun dan kamu pun akan merasa lemah dan tidak bertenaga. Faktanya, lemak dibutuhkan juga untuk tubuh untuk melindungi jantung dan organ tubuh lainnya, serta menjaga temperatur tubuh. Namun tidak semua jenis lemak yang perlu dibabat habis. Kamu perlu memilah dan juga menghitung kalorinya.

Lemak baik seperti di gambar di sebelah kiri perlu untuk terus dikonsumsi. Beberapa diantaranya adalah alpukat, daging merah, kacang-kacangan, minyak zaitun, keju, selai kacang, salmon, santan, dark chocolate, telur, dan lain sebagainya. Jika kamu pernah mencoba diet high fat dan low carbs, langkah diet ini sangat efektif untuk menurunkan berat badan dan menekan nafsu makan. Caranya adalah mengonsumsi lemak baik dan protein dalam jumlah tinggi, namun menghindari karbohidrat dan gula. Kamu akan merasa kenyang dalam waktu lama dan bahkan tidak ingin ngemil. Namun hati-hati, kamu perlu menghitung kalori dan juga harus disertai dengan olahraga. Juga konsultasikan ke dokter terlebih dahulu jika kondisi tubuhmu memungkinkan untuk melakukan diet tersebut.

Faktanya, mengonsumsi makanan yang kaya dengan lemak baik terbukti dapat menurunkan risiko akan penyakit kardiovaskular dan dapat membantu tubuh menyerap banyak vitamin. Selain itu, makanan berlemak juga dapat memperbaiki mood dan meningkatkan tenaga dan energi ketika berolahraga. Jadi, untuk apa menghindarinya?

Berdasarkan informasi dari Harvard School of Public Health, jika berbicara mengenai penurunan berat badan dan penyakit, tipe lemak yang kamu konsumsi lebih penting ketimbang jumlah lemak yang kamu konsumsi. Lemak buruk adalah lemak jenuh dan lemak trans yang biasanya ditemui pada makanan yang diproses, seperti makanan yang deep fried, sosis, burger, dan lain sebagainya.

Selain itu jika kamu sedang dalam program penurunan berat badan, meski lemak baik pun, penting untuk menghitung jumlahnya juga. Lemak mengandung kalori yang lebih banyak dibandingkan karbohidrat dan protein. Dalam 1 gram lemak saja sudah mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat atau protein hanya mengandung 4 kalori. Terutama pada kacang-kacangan. Lima belas butir kacang almond saja sudah mengandung 100 kalori dan 9 gram lemak. Jadi hati-hati terhadap takaran. Untuk gaya hidup sehat, pola makan seimbang adalah kuncinya.

Yuk segera belanja makanan sehat dan seimbang di shop.excite.co.id menggunakan promo dan kode voucher Blibli yang selalu di-update!

(sumber: health & besthealthmag)

Please follow and like us:

Menarik untuk di SHARE?