5 Film Indonesia yang Raih Penghargaan Internasional

Karya-karya sineas Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Tanpa banyak orang ketahui, ternyata film-film Indonesia mendapat banyak penghargaan internasional. Tidak hanya satu dua film saja, namun ada banyak film Indonesia yang berhasil berjaya pada festival film di luar negeri. Ironisnya, banyaknya penghargaan yang diraih tidak serta merta membuat film-film ini mendapat penonton yang banyak di negeri sendiri. Film apa saja yang pernah mendapat penghargaan di berbagai ajang internasional? Yuk simak ulasannya!

The seen and unseen

Film ini disutradarai oleh seorang sutradara berbakat anak dari Garin Nugroho, Kamila Andini. Penghargaan pertama yang diterima film ini adalah sebagai film terbaik di Tokyo Filmex 2017 di Tokyo Jepang. Kemudian kembali meraih penghargaan film terbaik di Asia Pacific Screen Awards 2017 di Brisbane, Australia. Bahkan menjadi satu-satunya film Asia yang diputar dalam sesi paling bergensi di Toronto Internasional Film Festival 2017.

Selain itu, film ini juga berlaga dalam Venice Production Bridge, Hong Kong Asia Film Financing Forum. Dan yang juga membanggakan, ‘The Seen and Unseen’ mendapatkan penghargaan dari Asia Pasific Screen Award-Tokyo Filmex International Film Festival untuk kategori Best Youth Film. Wah banyak juga ya Shoppers penghargaan yang diraih.

 

Siti

Mungkin tidak banyak yang mengetahui film ini. Namun film Siti merupakan film terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2015. Meraih penghargaan sebagai sinematografi terbaik dan naskah film terbaik untuk kategori New Asia Talent Competition Festival Film Internasional di Shanghai 2015. Singapore International Film Festival pada tahun 2014 juga memberikan Best Performance for Silver Screen Award kepada Sekar Sari pemeran Siti.

Film drama ini mengisahkan kisah Siti (Sekar Sari), seorang perempuan penjual peyek jingking di Pantai Parangtritis sekaligus menjadi pemandu karaoke di malam hari. Hal ini harus dilakukan Siti lantaran suaminya yang lumpuh setelah mengalami kecelakaan kapal dan lilitan utang. Tertarik untuk menontonnya Shoppers?

 

Marlina si pembunuh dalam empat babak

Suatu hari di sebuah padang sabana Sumba, Indonesia, sekawanan tujuh perampok mendatangi rumah seorang janda bernama Marlina (Marsha Timothy). Mereka mengancam nyawa, harta dan juga kehormatan Marlina dihadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi, duduk di pojok ruangan.

Keesokan harinya dalam sebuah perjalanan demi mencari keadilan dan penebusan, Marlina membawa kepala dari bos perampok, Markus (Egi Fedly), yang ia penggal tadi malam. Marlina kemudian bertemu Novi (Dea Panendra) yang menunggu kelahiran bayinya dan Franz (Yoga Pratama) yang menginginkan kepala Markus kembali. Markus yang tak berkepala juga berjalan menguntit Marlina. Itulah sinopsis Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.

Film ini diputar perdana di Directors Fortnight Festival Film Cannes 2017. Selain Festival Film Cannes, Marlina The Murderer in Four Acts juga masuk seleksi New Zealand International Film Festival dan Melbourne Film Festival serta Toronto International Film Festival, lho!

 

Athirah

Resmi diliris pada September 2016 film ini mengisahkan tentang perjuangan seorang wanita Bugis yang berjuang demi keutuhan keluarganya. Disutradarai oleh duo sutradara-produser Ada Apa Dengan Cinta? 2, Riri Riza dan Mira Lesmana, film ini meraih banyak penghargaan. Film berjudul internasional “Emma: Mother” ini mendapatkan banyak pujian dari festival film internasional, saat diputar di Vancouver Internasional Film Festival pada 29 September – 14 Oktober 2016 Kanada, Busan International Film Festival 6 – 16 Oktober 2016 di Korea Selatan dan Tokyo International Film Festival 25 Oktober – 3 November 2016 di Jepang.

Selain penghargaan dari luar negeri, film ini juga sukses membawa 5 Piala Citra lagi untuk beberapa kategori. Mulai dari kategori Film Terbaik, Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penata Busana Terbaik dan Sutradara Terbaik. Ada yang sudah pernah nonton filmnya Shoppers?

 

Battle of Surabaya

Siapa bilang Indonesia ngga punya film animasi kelas internasional? Battle of Surabaya yang digarap oleh 180 animator Indonesia jadi salah satu contohnya nih!

Film karya anak bangsa yang juga mendapatkan penghargaan internasional dalam ajang Milan International Filmmaker Festival 2017, film ini dinobatkan sebagai film animasi terbaik. Festival film bergengsi ini sendiri berlangsung di Italia 25 November – 2 Desember 2017. Disutradarai Aryanto Yuniawan, prestasi yang telah ditorehkan ‘Battle of Surabaya’ tentu menjadi pembuktian jika animator Indonesiapun sebenarnya berani bersaing di kancah global. Dengan mengangkat tema perjuangan rakyat Surabaya merebut kemerdekaan, film ini mampu membuat kita sebagai warga Indonesia bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah kita raih. Coba deh kalian tonton Shoppers!

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menarik untuk di SHARE?