Benarkah Nenek Moyang Bangsa Indonesia adalah Pelaut?

Lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Lagu yang sering dinyanyikan untuk anak-anak ketika masih kecil dulu bercerita tentang nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan pelaut. Namun, apakah benar nenek moyang bangsa Indonesia adalah seorang pelaut? Atau hanya lagu saja? Yuk simak ulasan berikut ini!

Pelaut Indonesia Sudah Menjejakkan Kaki di Afrika Sejak Abad ke-5

Sejak kita sekolah, kita sudah diajarkan tentang kehebatan nenek moyang bangsa Indonesia, dimana dua kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sudah menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia yang selalu dibanggakan.

via jadiberita.com

Dilansir dari jadiberita.com, Robert Dick-Read, peneliti asal Inggris, menyatakan bahawa berdasar pada sumber sejarah yang berlimpah, pelaut-pelaut Nusantara sudah menjejakkan kaki di Afrika sejak abad ke-5 Masehi, yang artinya jauh sebelum bangsa Eropa mengenal Afrika dan jauh sebelum bangsa Arab, Cheng Ho dan Christopher Columbus, yang menjelajah pada abad ke-14. Dalam penelusurannya, Dick-Read menemukan bukti-bukti mutakhir bahwa pelaut Nusantara telah menaklukkan Samudra Hindia. Pun bukti bahwa pelaut nusantara telah lebih dahulu berlayar dibanding bangsa Eropa dan lainnya.

Bukti Nenek Moyang Indonesia Sampai ke Afrika

Di antara bukti tersebut adalah banyaknya kesamaan alat-alat musik, teknologi perahu, bahan makanan, budaya dan bahasa. Ada juga kesamaan pada seni pahat patung milik suku Ife, Nigeria dengan patung dan relief perahu yang terpahat di Candi Borobudur di Jawa Tengah. Kehebatan nenek moyang bangsa Indonesia juga dibuktikan dengan fakta bahwa perkapalan Tiongkok banyak mengadopsi teknologi dari Indonesia.

via jadiberita.com

Di Afrika juga ada masyarakat yang disebut Zanj yang mendominasi pantai timur Afrika hampir sepanjang millennium pertama masehi. Dalam hal ini, Dick-Read mengajukan dugaan kuat keterikatan Zanj, Swarnadwipa dan Sumatera. Swarnadwipa yang berarti Pulau Emas merupakan nama lain Sumatera. Hal ini dapat dilihat dalam legenda Hindhu Nusantara. Dick-Read menduga, banyaknya emas di Sumatera ini dibawa oleh Zanj dan pelaut Nusantara dari Zimbabwe, Afrika. Dick-Read juga menemukan bukti yang menyatakan tambang-tambang emas di Zimbawe mulanya dirintis oleh pelaut Nusantara yang datang ke sana.

Meski buktinya masih sedikit, terlepas dari benar atau tidak, penelitian Dick-Read telah menjabarkan banyak bukti yang menceritakan kehebatan pelaut Nusantara. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai keturunannya dan juga membenarkan bahwa nenek moyang kita dulu adalah seorang pelaut yang handal dan tangguh.

sumber: Hutomo Dwi/jadiberita.com

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menarik untuk di SHARE?